Kamis, 12 Juni 2014

Rintihian Kepedihan Tumbuhan

March 15, 2014 at 12:39am

Terlalu lama pijar itu menyala, panas tak terkira.
Melukai,  membakarsemua jaringannya.
Tiada pertolongan yang sanggup mengusir panas yang tak terkira
Andai tumbuhan bisa bicara,  daun bisa berkata
Mereka merintih...pedih...meratap   dalam putus asa...
Memohon pertolongan Manusia...

Rintihan yang begitu memilukan
“Tolonglah aku....."
Segalanya telah kuberikan padamu
Apapun bagian dari tubuh untuk melindungimu..
Akarku melindungi tanah mu agar tetap subur
Ku tahan air supaya tidak merendam rumahmu...
Kau ambil batangku untuk kediamanmu....
Kuhasilkan udara segar untuk kau hirup...
Kulindungi engkau dari teriknya sang surya....

Aku tak kuat lagi....
Tak sanggup berkata...
Bisu dalam sekarat tubuhku....
Suara memilukan perlahan hilang....
Ditelan suara alam....suara percikan bara yang menyala...
Kesedihan yang memilukan mengiringi kepergiannya....


Manusia merusak pelindungnya dari panas terik, banjir
Yang tersisa kegersangan di hati dan jiwa.

Pekanbaru, Riau... dalam selimut asap.....
M3, 00.50, 15032014

Selasa, 11 Februari 2014

Tuhan adalah Kekuatanku yang sempurna

Tuhan adalah Kekuatanku yang sempurna

Aku tahu , aku manusia yang lemah. Banyak kekuranganku.
Aku sering lupa selalu ada yang menjagaku.
Didalam kepedihanku, di dalam sakitku, diantara beban yang mengelilingiku, saat asa mulai memudar , saat hati mulai goyah ada yang menguatkan ku. Tak pernah biarkan aku hancur lebur dalam lautan emosi yang menjerat. Selalu ada alarm yang  menyadarkanku.
Dia selalu jadi tempatku berlindung, batu karangku yang teguh.  Aku tak pernah bisa melihatnya dengan mata telanjangku, tapi aku bisa rasakan kasihnya.
Aku bingung kemana harus pergi...Dia pasti tunjukkan jalan. Aku minta sesuatu ,Dia beri yang sesuai untukku.
Cintanya  tanpa sarat, kasih mengalir seperti air. Selalu hadir dimanapun aku berada.  Kuasanya dasyat, menggelegar, menghancurkan segalanya ...tetapi sayap perlindungannya selalu hadir dimana-mana.
Tuhan... adalah kekuatanku  yang sempurna, tak ada yang bisa tanding, tempatku berlindung, mengendongku saatku lemah. Tuhan memberkati kita selalu. Amin